Apa itu HTML?
HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. Jadi, HTML menggunakan format berbasis teks untuk menyediakan struktur dan gaya pada halaman web. Karena merupakan bahasa markup, HTML menggunakan tag untuk menentukan struktur dan gaya. Hypertext berarti bahwa HTML dapat berisi teks yang, ketika diklik, dapat mengarahkan Anda ke halaman baru. Misalnya, setiap kali Anda mengklik tautan apa pun di halaman web, tautan tersebut akan mengarahkan Anda ke halaman web baru. Fungsionalitas tersebut dikenal sebagai Hypertext. Jadi HTML digunakan untuk membuat halaman web dan aplikasi web dengan menyediakan struktur dan gaya dengan bantuan tag.
Apa itu HTML5?
HTML5 adalah versi lanjutan dari HTML. HTML5 berisi semua fitur HTML beserta tag-tag baru seperti <video> , <audio> , dan <canvas> . Ada juga tag-tag untuk menyertakan semantik, yaitu <article> , <header> , <footer> dst. HTML5 menyempurnakan HTML untuk mendukung fitur-fitur multimedia dan fitur-fitur baru terkini, termasuk grafik, musik, dst.
Perbedaan Antara HTML dan HTML5
HTML adalah bahasa markah yang digunakan untuk membangun halaman web. HTML5 adalah versi kelima dari HTML. Dalam HTML5, banyak elemen lama yang ada dalam HTML dimodifikasi, atau elemen baru yang memiliki fungsi lebih baik ditambahkan.
1. Struktur dan Sintaks
- HTML: Versi sebelumnya (seperti HTML 4.01) memiliki sintaks yang lebih kaku dan sering memerlukan penggunaan tag penutup yang spesifik.
- HTML5: Memperkenalkan elemen dan atribut baru, serta mengizinkan tag yang lebih fleksibel. Beberapa tag yang dulunya wajib memiliki tag penutup, kini bisa menjadi opsional. Misalnya, <li> dalam <ul> sekarang bisa berada di dalam <ul> tanpa tag penutup <li>.
2. Elemen Baru
- HTML: Versi sebelumnya tidak memiliki elemen untuk semantik yang kaya, misalnya, elemen-elemen seperti <header>, <footer>, dan <article> tidak tersedia.
- HTML5: Menambahkan elemen semantik baru seperti:
- <header>: Untuk bagian kepala dokumen atau bagian utama.
- <footer>: Untuk bagian kaki dokumen atau bagian utama.
- <article>: Untuk konten mandiri yang dapat didistribusikan atau diulang.
- <section>: Untuk bagian-bagian dari konten.
- <nav>: Untuk navigasi.
3. Media dan Grafik
- HTML: Untuk multimedia seperti video dan audio, HTML sebelumnya memerlukan penggunaan plugin seperti Flash.
- HTML5: Menyediakan elemen bawaan untuk multimedia tanpa memerlukan plugin eksternal:
- <video>: Untuk menyematkan video.
- <audio>: Untuk menyematkan audio.
- <canvas>: Untuk menggambar grafik dan animasi secara dinamis menggunakan JavaScript.
4. Formulir
- HTML: Elemen formulir sebelumnya terbatas pada kontrol standar dan memerlukan skrip tambahan untuk validasi.
- HTML5: Menambahkan kontrol formulir baru dan fitur validasi seperti:
- Elemen kontrol formulir baru seperti <input type="date">, <input type="email">, dan <input type="range">.
- Atribut baru untuk validasi seperti required, pattern, dan min/max.
5. API dan Penyimpanan Lokal
- HTML: Versi sebelumnya tidak memiliki dukungan built-in untuk API modern dan penyimpanan lokal.
- HTML5: Menambahkan berbagai API untuk meningkatkan interaktivitas dan penyimpanan data:
- Web Storage API: Untuk penyimpanan data lokal dengan localStorage dan sessionStorage.
- Geolocation API: Untuk mengakses lokasi geografis pengguna.
- WebSockets: Untuk komunikasi data dua arah secara real-time.
- Offline Web Applications: Untuk mendukung aplikasi web yang dapat berjalan tanpa koneksi internet menggunakan cache.
6. Deklarasi Doctype
- HTML: Deklarasi doctype bisa sangat panjang dan kompleks.
- HTML5: Deklarasi doctype lebih sederhana dan singkat: <!DOCTYPE html>.
7. Aksesibilitas dan Internasionalisasi
- HTML: Versi sebelumnya memiliki dukungan aksesibilitas dan internasionalisasi yang lebih terbatas.
- HTML5: Memperbaiki dukungan untuk aksesibilitas dengan elemen semantik dan atribut ARIA, serta mendukung berbagai bahasa dan format lokal.